Siswa SMPN 4 Banjarangkan Kesurupan Lagi Saat Terima Siraman Rohani

Klungkung, IDN Times - Peristiwa kerauhan (Kesurupan) massal di Sekolah menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Banjarangkan tidak kunjung usai. Sebab para siswa kembali mengalami kesurupan setelah mendapatkan siraman rohani dari penekun spiritual, Minggu (27/10). Peristiwa ini membuat para siswa kembali diliburkan untuk sementara waktu.
1. Bermula saat siswa diberikan siraman rohani untuk melawan energi negatif

Kejadian itu bermula saat pihak sekolah hendak memberikan siraman rohani kepada siswa, dengan mendatangkan penekun spiritual, Ida Bagus Aji Suarjata, yang juga Ketua Yayasan Yoga dari Griya Blahbatuh.
"Ini awalnya untuk mengembalikan psikologis siswa. Lokasinya pun di Desa Nyanglan, agar jauh dari lingkungan sekolah," ungkap Wakasek SMPN 4 Banjarangkan, Made Agus Suardina, Senin (28/10).
Pemberian siraman rohani dimulai sekitar pukul 08.30 Wita. Diawali dengan kegiatan bersih-bersih. Para siswa diberikan pemahaman, perihal penyebab dan penanganan peristiwa niskala (Gaib)seperti kesurupan. Siswa juga diberikan motivasi, untuk bisa melawan energi-energi negatif di lingkungan mereka.
2. Tiga Siswi Kembali alami kesurupan saat kembali ke sekolah

Setelah mendapatkan pemahaman tentang kesurupan, oleh penekun spiritual. Para siswa ini diminta kembali ke sekolah mereka, supaya berani mencoba melawan energi negatif. Baru sampai di sekolah, ternyata ada tiga siswa yang kembali mengalami kesurupan. Siswa yang mengalami kesurupan masih para siswa yang sebelumnya mengalami kesurupan.
"Baru sampai sekolah, udah kesurupan. Beruntung penekun spiritual dengan sigap bertindak, sehingga siswa kesurupan ini cepat ditenangkan. Jika sebelumnya mereka bisa berjam-jam histeris," ungkap Made Agus Suardina.
3. Pihak sekolah telah menyiapkan sesajen dan sarana upakara

Sementara pihak sekolah dan Desa Adat Timuhun juga tengah mempersiapkan sesajen dan sarana upakara untuk pelaksanaan pecaruan di SMPN 4 Banjarangkan. Upaya niskala ini untuk menangkal kejadian kesurupan beruntun yang dialami siswa.
"Senin (28/10), juga membali akan dilakukan persembahyangan bersama di sekolah. Sementara siswa yang kerap kesurupan, tidak kami perkenankan untuk ke sekolah beberapa hari ini," ungkapnya.
4. Siswa masih diliburkan sementara waktu

Sesuai saran Dinas Pendidikan, siswa SMPN 4 Banjarangkan masih diarahkan untuk berkegiatan di luar sekolah sampai dilaksanakan pecaruan akhir bulan Oktober nanti.
"Kami terus berkoordiansi dengan Dinas Pendidikan terkait masalah ini. Selain memulihkan psikologis siswa, dan kami pun menyusun program untuk siswa dapat tetap belajar di luar sekolah," jelasnya.
Sebelumnya, kejadian kesurupan di SMPN 4 Banjarangkan sudah terjadi secara beruntun sejak 30 September lalu. Kejadian di luar nalar ini menganggu proses belajar mengajar di sekolah tersebut.














