Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Gelar Rekonstruksi Penusukan di Kreneng, Tersangka: Kamu Mati Duluan

Dok. IDN Times/ Istimewa
Dok. IDN Times/ Istimewa

Denpasar, IDN Times - Masih ingat kasus penusukan yang dilakukan Rudianto (38) terhadap Halima (30) di depan Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stispol) Wirabakti Kreneng, Denpasar, Selasa (15/10) pukul 19.45 Wita lalu? Halima yang diketahui merupakan istri tersangka, ditemukan meninggal di lokasi.

Pihak kepolisian telah melakukan rekonstruksi, Selasa (5/11) pukul 08.00 Wita. Rekonstruksi yang digelar selama hampir dua jam tersebut, memeragakan 26 adegan. Penusukan terlihat terjadi pada adegan ke-12 dan korban tumbang pada adegan ke-16.

Menurut keterangan Kuasa Hukum tersangka, I Made Kadek Arta, Rudianto sebelumnya pernah menikah dengan Sumrati dan dikaruniai dua orang anak. Namun pernikahan pertamanya tersebut kandas. Rudianto kemudian menikahi korban secara siri.

“Rudianto itu kawin siri dengan korban tahun 2016 di Desa Rondo Probolinggo, artinya tidak sah. Lalu dua bulan lalu pisah ranjang dengan korban, bulan Agustus berarti ya,” jelasnya saat dihubungi IDN Times, Selasa (5/11).

Sejak saat itu korban pindah ke Bali, sedangkan tersangka tidak tahu alamatnya. Sehari sebelum pembunuhan terjadi, tersangka datang ke Bali untuk mencarinya dan hendak menyerahkan uang yang diminta korban.

1. Awalnya tersangka dan korban sudah janjian untuk bertemu

Unsplash.com/Priscilla Du Preez
Unsplash.com/Priscilla Du Preez

Awalnya tersangka yang sudah janjian dengan korban, tiba di Jalan Lely Nomor 1 Kreneng, tepatnya di depan Kampus Stipol Wira Bhakti Denpasar, pada Senin (5/9) sekitar pukul 20.00 Wita. Ia datang dari Surabaya ke Bali naik sepeda motor Suzuki Spin warna hitam nomor polisi DK 5508 XM.

“Niatnya bertemu korban atas di jalan Lely Nomor 1 Kreneng Denpasar depan Kampus Stipol Wira Bhakti Denpasar. Mereka bersalaman karena sudah janjian untuk bertemu sebelumnya,” terang Kasubag Humas Polresta Denpasar, Iptu HA Muh Nurul Yaqin, Selasa (5/11).

2.Korban meminta uang dan langsung mengambil dompet tersangka

IDN TImes/Reza Iqbal
IDN TImes/Reza Iqbal

Ketika keduanya bertemu, tersangka lalu menanyakan alamat korban di Bali. Namun korban tidak menjawabnya dan justru mengambil dompet tersangka.

“Tersangka lalu menanyakan di mana kosnya korban. Oleh korban ini dijawab 'Mana uangnya'. Karena korban meminta uang yang dijanjikan oleh tersangka untuk pembelian laptop anak korban,” terangnya.

Tersangka segera mengeluarkan dompet dari kantong celana belakang sebelah kanan. Begitu mau diserahkan, korban langsung merampas dompet dan uang milik tersangka. Korban lalu mengembalikan dompet tersebut ke dalam saku baju kiri tersangka dan menyuruhnya segera pulang serta tidak mengurusinya lagi.

“Iya, korban mengambil uang dalam dompet tersangka sebesar Rp1,7 juta,” Jelas Nurul.

3.Tersangka tunjukkan screenshot Facebook korban yang berbalas komentar dengan pria lain

Tersangka lantas bertanya apakah korban sudah memiliki pasangan. Namun pertanyaan itu tak dijawab korban. Tersangka kemudian menegaskan lagi bahwa ia hanya sekadar bertanya, dan korban mau berterus terang kalau memang sudah memiliki suami. Namun korban menimpalinya dengan kata-kata kasar “Suami, suami matamu!"

Tersangka berusaha menunjukkan bukti di handphone-nya yang berisi screenshot Facebook korban yang saling berbalas komentar dengan seorang pria bernama Wawan. Melihat bukti itu, Halima hanya diam.

“Tersangka berkata 'Kalau kamu tidak jawab berarti kamu salah, kalau kamu nggak jawab berarti kamu mati sekarang',” kata Nurul mengulang kalimat tersangka.

4.Pada adegan ke-12, tersangka Rudianto mulai menusukkan pisau ke tubuh korban

Dok.IDN Times/Istimewa
Dok.IDN Times/Istimewa

Tak berselang lama, tersangka mengambil pisau yang disimpan di dalam jok sepeda motornya. Korban lalu berusaha merebut pisau tersebut dan mengatakan “Kamu mati duluan”.

“Adegan 12 itu tersangka menusukkan pisau yang dipegang tangan kirinya ke perut sebelah kiri korban dengan berkata 'Kamu mati duluan.' Kemudian pisaunya dipindah lagi tangan kanan. Sementara korban berteriak minta tolong dan berusaha merebut pisau,” katanya.

Dalam keadaan terluka, tersangka tetap mengayunkan pisau berkali-kali ke tubuh korban sampai tubuhnya mundur ke arah halaman kampus. Tersangka lalu menusuk punggung kirinya saat akan terjatuh, hingga korban roboh dan tertelungkup.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
Ayu Afria Ulita Ermalia
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More

artikel jatim republish to bali

09 Okt 2025, 18:59 WIBNews

Opinion bali

18 Jan 2024, 14:57 WIBNews

yuksksjsb

07 Sep 2023, 14:15 WIBNews

e3

27 Sep 2022, 14:25 WIBNews

bisnis dan keuangan

27 Sep 2022, 14:17 WIBNews