Denpasar, IDN Times - Dalam era teknologi kali ini, pertanian tidak lagi menjadi lapangan pekerjaan primadona, apalagi di Bali. Karena agrikultur berbenturan dengan industri pariwisata yang memang digandrungi oleh sebagian besar masyarakat Bali.
Di sinilah tantangan terbesar pemerintah beserta Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bali agar bisa menyejajarkannya dengan pariwisata. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace, saat menerima HKTI Provinsi Bali yang diketuai oleh Prof Dr Nyoman Suparta di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Bali, Senin (28/10).
“Sebenarnya di Bali ini pasar ada. Permintaan untuk bahan pertanian cukup besar tinggal bagaimana kita menyambut permintaan tersebut,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua HKTI, Nyoman Suparta, menyatakan pertanian di Bali mengalami degradasi (Kemunduran) dari tahun ke tahun. Ia mengaku tengah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) petani agar siap memenuhi permintaan industri pariwisata di bidang produk lokal.
“Meskipun ini merupakan tantangan yang susah, saya ingin tetap berupaya keras hingga akhir periode kepemimpinan saya,” ujar Nyoman Suparta. Seperti apa rencananya?