Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Renungan: Mencintai Orang yang Punya Pasangan, Lanjutkan atau Sudahi?

Kota Denpasar
Renungan: Mencintai Orang yang Punya Pasangan, Lanjutkan atau Sudahi?
cellcode.us
Share Article

Mencintai seseorang memang berjuta rasanya. Tapi apa jadinya jika kamu mencintai seseorang yang justru sudah memiliki pasangan? Kamu tidak salah, cinta memang terkadang datang di waktu yang tidak tepat. Termasuk mencintai orang yang tidak tepat.

Tapi kamu harus berpikir beribu kali: apakah ia adalah orang yang tepat buat kamu? Coba baca dulu di bawah ini.

  1. 1. Terima kenyataan kalau kamu tak bisa jadi lebih daripada teman

    Unsplash/alex brown
    Unsplash/alex brown

    Hal pertama ini memang berat. Namun kenyataan itu memang benar, kamu tidak bisa lebih dari teman dengannya

  2. 2. Jangan salahkan dirimu karena hal ini

    introvertdear.com
    introvertdear.com

    Jangan pernah menyalahkan diri sendiri. Cinta terkadang datang pada saat yang tidak tepat. Kamu tidak salah karena jatuh cinta padanya, itu adalah hak kamu.

  3. 3. Sekarang, kamu yang punya kuasa akan dirimu sendiri, menyerah atau maju?

    Unsplash/Jacob Mejicanos
    Unsplash/Jacob Mejicanos

    Ya, untukmu ini adalah pilihan sulit. Namun semuanya tergantung dari kemauanmu lagi. Pikirkan juga konsekuensinya. Bayangkan pula jika kamu berada di posisi si pasangan yang kamu akan rebut pacarnya. Selain itu, kamu mau dicap sebagai orang yang gak benar?

  4. 4. Mulai sekarang, hapuslah ia dari pikiranmu

    Pixabay.com/Free-Photos
    Pixabay.com/Free-Photos

    Apa yang membuatmu suka sama dia? Sikapnya? Tampangnya? Seperti ungkapan, "dari mata turun ke hati", semuanya berawal dari tatap mata, lalu tesimpan di memori ingatanmu.

    Coba lupakan, hapus, dan buang jauh-jauh pesona dan kebaikannya. Yakini diri bahwa dia bukanlah yang tepat untukmu.

  5. 5. Sekarang saatnya bertindak

    Pexels.com/Stefan Stefancik
    Pexels.com/Stefan Stefancik

    Apa yang harus kamu lakukan? Jauhi dia. Tidak langsung drastis, tapi lakukan selangkah demi selangkah sesuai kemampuanmu. Bisa dikurangi mulai dari berhenti mengontaknya (Chat dan telepon).

    Lalu kamu bisa mulai membiasakan diri hanya menyapanya saat bertemu, tanpa melanjutkan ke perbincangan jauh. Hentikan untuk memerhatikan akun sosial medianya secara berlebihan. Proses ini harus dilakukan secara pelan-pelan, karena pada akhirnya kita tak mau dicap sombong, bukan?

  6. 6. Sulit? Ya memang, melepaskan itu tak semudah yang dibayangkan

    Foto hanya ilustrasi. (Unsplash/Stephen Spassov)
    Foto hanya ilustrasi. (Unsplash/Stephen Spassov)

    Kamu pasti nyesek, tapi ini untuk kebaikanmu juga. Di sinilah logika kamu harus bermain. Jika kamu mencintai dia yang sudah punya pacar, kemudian kamu berhasil menjalin hubungan dengannya, bukankah itu hal yang salah?

    Bukankah itu disebut selingkuh? Orang-orang banyak yang tidak suka dengan hal itu, lho! Kamu juga gak mau di posisi seperti itu (Jadi selingkungan), kan?

  7. 7. Sadar diri dan lihat hubungan mereka

    Unsplash/sifa diratama
    Unsplash/sifa diratama

    Mereka sudah bersama selama beberapa tahun. Ya, memang mereka punya masa-masa sulit. Namun kamu sendiri harus tahu, jika mereka bisa balikan setelah masa sulit, bukankah itu berarti mereka pasangan sejati? Dengan kata lain, sulit, sangat sulit untuk memisahkan mereka.

  8. 8. Kawan, sekarang saatnya kamu harus mundur

    Pexels.com/Inna Lesyk
    Pexels.com/Inna Lesyk

    Ya, kawan. Kamu tidak bisa berbuat apa-apa sekarang selain mundur dan mengubur semua perasaan itu. Ya, itu sangat sulit. Karena semuanya butuh waktu dan kekuatan hatimu sendiri.

  9. 9. Akan sulit untuk mencari yang lain

    Pixabay.com/Pexels
    Pixabay.com/Pexels

    Terkadang kita memang tidak bisa begitu saja menentukan pilihan. Kamu benar, butuh satu momen yang membuat hati berkata, "Ya! Dia!". Semua tahu itu, tapi cobalah untuk melihat sekitarmu. Pasti ada seseorang yang tepat buat kamu, bukan dia yang punya pasangan.

  10. 10. Pada akhirnya kerelaan dan keikhlasanmu untuk menerima kenyataan itu telah menunjukkan kedewasaanmu

    pixabay.com/AdinaVoicu
    pixabay.com/AdinaVoicu

    Dewasa bisa dilihat dari cara pandangmu dalam menjalani hidup. Pada akhirnya, ingatlah yang datang akan pergi dan sebaliknya

    Tapi kamu harus tahu, bahwa yang pergi akan diganti. Siklus ini akan terus terjadi. Percayalah. Kamu adalah pribadi yang baik, penyayang dan banyak yang senang denganmu. Masih banyak kok di luar sana yang akan mengisi hatimu. Jangan menyerah.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More