Kepala Lapas Klas 1 Surabaya, Tonny Nainggolan. (IDN Times/Imam Rosidin)
Di tempat yang sama, Kepala Lapas Kelas II A Kerobokan, Tonny Nainggolan, mengakui over kapasitas ini juga terjadi di Bali. Bahkan Lapas Kerobokan over kapasitasnya mencapai 400 persen. Lapas ini sejatinya hanya menampung 323 warga binaan, namun kini telah dihuni sebanyak 1641 orang.
"Jadi sangat over kapasitas," ungkapnya.
Untuk mengantisipasinya, yaitu dengan memindahkan warga binaan ke rutan lain, baik yang di Bali maupun di luar Bali. Ia menambahkan, belum lama ini pihaknya telah memindahkan 25 orang ke Rutan Bangli, dan 25 orang ke Rutan Karangasem.
"Ke depan, kita mungkin akan memindahkan warga binaan di seputar Bali dan luar Bali. Ini untuk mengurangi over kapasitas," jelasnya.