Konsultan Bagian Neuro Vaskular RSUP Sanglah, dr Ida Bagus Kusuma Putra, mengungkapkan bila ada yang merasakan satu gejala saja, itu dirasa cukup untuk menduga kemungkinan bahwa seseorang menderita stroke.
“Kalau dilihat di Sanglah ini paling banyak pasien stroke. Bisa 800 orang per tahun. Satu gejala saja cukup, jadi memang harus periksa,” terangnya.
Menurut dr Kusuma, penyakit stroke ini ada dua penyebabnya. Yaitu terjadi karena penyumbatan dan perdarahan. Di mana kasus stroke karena penyumbatan yang ditangani oleh RSUP Sanglah, semakin meningkat dari tahun ke tahunnya. Angka risiko kematiannya juga meningkat sebelum tahun 2006.
Faktor risikonya sendiri juga dua macam. Yaitu faktor risiko yang dimodifikasi seperti hipertensi, kencing manis, kolesterol, asam urat dan lain sebagainya. Sementara faktor yang tidak dapat dimodifikasi seperti usia dan ras.
“Setelah tahun 2006, setelah kami mengadakan subunitpelayanan kami bisa menekan angka kematian itu. Walaupun saat itu dari 15 menjadi 3 persen. Sejak tahun itu” terangnya.
Sementara kasus stroke karena pendarahan alias pecah pembuluh darah penyebabnya banyak sekali. Di antaranya dari segi anatomi kelainan individu itu sendiri, terpapar obat-obatan, kadar darah yang tinggi, gangguan pembekuan darah dan lain sebagainya. “Karena dinding sangat rapuh, sehingga mudah pecah,” jelasnya.