Wakasek SMPN 4 Banjarangkan, I Made Agus Suardina, mengungkapkan kejadian niskala ini mulai terjadi sejak 30 September lalu. Ketika itu tiba-tiba ada seorang siswi yang kesurupan selama mengikuti kegiatan belajar mengajar. Setelah kejadian itu, silih berganti kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut diwarnai dengan kesurupan massal. Hampir setiap hari, ada saja siswi yang mengalami kesurupan.
"Kadang dalam sehari itu ada, kadang juga tidak. Dari awalnya satu, jumlah siswa yang kesurupan semakin banyak dan merembet ke siswi lainnya," ujar Made Agus Suardina, Jumat (25/10).
Puncaknya terjadi Senin (21/10) lalu. Ketika sedang upacara bendera, tiba-tiba beberapa siswi tumbang dan histeris. Jumlahnya mencapai 10 siswi. Kejadiannya relatif lama dari pukul 07.00 Wita hingga 14.00 Wita. Bahkan sampai beberapa anak yang kesurupan itu belum diizinkan sekolah untuk sementara waktu, menghindari kejadian ini terulang kembali.
"Kejadian seperti ini, tentu membuat proses belajar mengajar terganggu. Juga membuat psikologis anak-anak tertekan," ungkap Agus Suardina