Dari hasil pemetaan, ketika musim hujan Klungkung paling rawan dilanda nencana tanah longsor dan pohon tumbang. Bahkan dalam dua hari ini, sudah berkali-kali mengalami bencana pohon tumbang di Klungkung, dan menyebabkan dua rumah rusak, serta seorang warga terluka karena ditempa pohon tumbang.
"Saat cuaca ekstrem seperti saat ini, bencana pohon tumbang memang sangat menonjol. Sehingga kami imbau masyarakat untuk tetap waspada," ungkap Widiada, Senin (6/1).
Demikian pula dengan bencana tanah longsor, juga berpotensi terjadi di beberapa desa. Seperti Desa Tangkas dan Desa Jumpai (Kecamatan Klungkung), Desa Gunaksa (Kecamatan Dawan), dan Desa Kutampi Kaler (Kecamatan Nusa Penida) yang terjadi karena kondisi fisik alaminya. Yaitu struktur tanah dan kemiringan lerengnya.
Sedangkan di Pulau Nusa Penida rawan bencana longsor seperti di Desa Kutampi Kaler. Karena struktur geologinya berupa kekar terbuka yang terdapat pada batu gamping, dengan lereng terjal. Penyebab utamanya karena kegiatan penambangan batu gamping yang kurang benar, maka akan memicu terjadinya longsoran batu.