10 Jam Terombang-ambing di Laut, 10 Nelayan Dievakuasi ke Benoa

Denpasar, IDN Times - Setelah terapung selama 10 jam di laut, para nelayan asal Lamongan akhirnya berhasil diselamatkan oleh Kapal MV Greyman Express berbendera Singapura, Rabu (6/2) siang.
Nelayan yang berjumlah 10 tersebut menaiki kapal ikan KM Sri Mulyo. Bagaiman ceritanya nelayan ini bisa terapung di tengah laut?
1. Kapal berangkat dari Lamongan dan mesinnya mati saat berada di Perairan Madura

Suroto, Kapten Kapal, mengatakan kapalnya berangkat dari Pelabuhan Brondong, Lamongan, Jawa Timur, pada Minggu (3/2) lalu pukul 23.00 Wib malam. Keesokan harinya sekitar pukul 17.00 Wib, kapal berlayar dan tiba di Perairan Madura. Namun setelah enam jam di laut, mesin kapal mati dan air mulai masuk ke dalam kapal.
"Semalaman kita sudah kemasukan air dan kita menguras secara manual karena posisi mesin tak menyala," jelasnya usai dilakukan pemeriksaan kesehatan di Pelabuhan Benoa, Rabu (6/2).
2. Para nelayan terombang-ambing selama 10 jam

Kapal lalu tenggelam sekitar pukul 06.00 Wib pagi pada hari Selasa (5/2). Setelah itu mereka berinisiatif membuat rakit dengan memanfaatkan alat seadanya. Jerigen kosong dijadikan sebagai pelampung dan diikatkan ke kayu yang tersedia.
Setelah 10 jam terapung di laut, sebuah kapal berbendera Singapura lewat. Mereka yang melihatnya lantas melepas baju dan mengibar-ngibarkannya. Beruntung awak kapal MV Greyman Express melihatnya.
3. Beruntung ada kapal lewat

Kasi Ops SAR Denpasar, Ida Bagus Surya, mengatakan MV Greyman Express merupakan kapal kargo dengan rute Jakarta menuju Darwin. Kapal tersebut kebetulan melewati posisi 10 ABK yang terombang-ambing.
"Kapal itu segera menyelamatkan mereka, untuk dibawa ke atas kapal," katanya.
4. Seperti inilah jalannya proses evakuasi

Ia menjelaskan laporan awal diterima oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bali, Rabu (6/2) sekitar pukul 09.47 Wita dari Nyoman, seorang agen kapal Jakarta LLOYD. Selanjutnya dilakukan koordinasi dan disepakati untuk melakukan pertemuan dengan kapal MV Greyman Express di sekitar Perairan Benoa.
Sebanyak lima personel segera bergerak menuju Dermaga Timur Pelabuhan Benoa. Juga dikerahkan 1 unit Rigid Inflatable Boat (RIB)m delapan meter menuju titik penjemputan.
Sekitar pukul 11.10 Wita, RIB sudah merapat mendekati MV Greyman Express dan seluruh ABK dibawa menuju Pelabuhan Benoa. Setengah jam berselang, mereka bersandar di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa.
5. Daftar nama nelayan yang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat

Diketahui identitas ke-10 ABK tersebut bernama Ega Eka AD, Suyoto, Rosikin, Latif, Narko Utomo, Davi Nofiyanto, Miftaku Rozak, Andik, Mabrur, dan Andrik.
"Mereka ada yang mengeluhkan rasa pusing dan selanjutnya mendapatkan penanganan medis oleh dokter di KKP Pelabuhan Benoa. Dari hasil pemeriksaan kesepuluh ABK dinyatakan dalam keadaan baik dan tidak memerlukan tindakan medis lebih lanjut," ungkapnya.
Pihaknya masih melakukan koordinasi dengan cara menghubungi pihak keluarga. Setelah proses administrasi selesai, para ABK ini akan dipulangkan menuju Lamongan.